BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (UNISBA) menghadiri kegiatan Academic Invitation: International SDG’s Curriculum Review for Islamic Economics and Finance Study Program yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Ekonomi Islam (IEKI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rabu (13/5/2026) di Ruang Meeting FPEB Gedung A Lantai 3 UPI.
Kegiatan akademik internasional ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Mansor H Ibrahim, yang merupakan Deputy President Academic (DPA) sekaligus Dean School of Graduate Studies INCEIF University Malaysia.
Beliau dikenal sebagai pakar internasional di bidang Islamic Economics and Finance serta masuk dalam daftar The World’s Top 2% Scientists versi Elsevier BV dan Stanford University. INCEIF University sendiri dikenal sebagai institusi terkemuka yang menempati peringkat #1 Business School in the Islamic Economy 2026.
Forum ini membahas penguatan kurikulum berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) pada program studi Islamic Economics and Finance. Dalam pemaparannya, Prof. Mansor menekankan bahwa kurikulum pada bidang Islamic Finance and Banking perlu lebih memperkuat substansi keilmuan finance dan banking dibandingkan dominasi pendekatan manajemen semata.
Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa implementasi SDGs pada learning outcomes telah diterapkan di INCEIF sejak tahun lalu melalui pendekatan kompetensi keberlanjutan (ESD Sustainability Competencies).
Beberapa kompetensi utama yang menjadi penekanan dalam implementasi kurikulum berbasis SDGs meliputi system thinking, anticipatory thinking, normative thinking, strategic thinking, collaboration, critical thinking, self-awareness, hingga integrated problem solving.
Kompetensi tersebut diarahkan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga mampu menghadapi tantangan global secara berkelanjutan.
Fakultas Syariah UNISBA yang memiliki tiga program studi relevan dengan bidang yang dikembangkan INCEIF, yaitu Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Program Studi Perbankan Syariah, dan Program Magister Ekonomi Syariah, turut aktif dalam diskusi akademik tersebut.
Kehadiran Fakultas Syariah UNISBA diwakili oleh Dekan Fakultas Syariah, Dr. Hj. N. Eva Fauziah, Dra., M.A. serta Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Dr. Ifa Hanifia Senjiati, S.Sy., M.Si..
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Fakultas Syariah UNISBA menyampaikan permohonan masukan kepada Prof. Mansor terkait distingsi dan positioning tiga program studi di bawah naungan Fakultas Syariah.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Mansor menyampaikan bahwa kekuatan Fakultas Syariah terletak pada kemampuan mengintegrasikan aspek syariah dan ekonomi secara embedded dalam kurikulum, dengan komposisi body of knowledge yang ideal berkisar 70:30 antara aspek syariah dan ekonomi/keuangan.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi peluang distingsi yang sangat baik bagi program studi di lingkungan Fakultas Syariah UNISBA. Terlebih apabila profil lulusan yang ingin dihasilkan adalah sebagai sharia advisor, maka lulusan harus memiliki pemahaman mendalam terhadap syariah sekaligus memahami praktik ekonomi dan perbankan modern.
Selain itu, penerapan pembelajaran berbasis kitab turats dan mu’ashiroh yang selama ini menjadi ciri khas Fakultas Syariah UNISBA dinilai sebagai nilai tambah yang kuat dalam pengembangan kurikulum.
Prof. Mansor juga menekankan pentingnya menghubungkan teori-teori dalam kitab klasik maupun kontemporer dengan implementasi nyata dalam praktik ekonomi dan perbankan syariah agar lulusan memiliki kompetensi aplikatif yang lebih baik.
Selain itu, sebagai nilai tambah dalam perspektif global, mahasiswa juga perlu diperkenalkan dengan regulasi dan standar internasional Islamic banking dan ekonomi syariah, seperti standar yang diterbitkan oleh AAOIFI.
Kehadiran Fakultas Syariah UNISBA dalam forum internasional ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan benchmarking kurikulum, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menjajaki peluang kerja sama strategis dengan INCEIF University.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa, memperluas penguatan akademik internasional, serta mendukung rekognisi Fakultas Syariah UNISBA di tingkat global.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Islam Bandung dan Universitas Muhammadiyah, serta menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik internasional dalam pengembangan pendidikan ekonomi dan keuangan syariah berbasis SDGs. [ ]
Dok foto: Unisba












