Fikom Unisba Hadirkan Counsellor & Diplomat Kemenlu RI, Perkuat Pemahaman Mahasiswa tentang Komunikasi Global sebagai Instrumen Pengaruh Bangsa

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) diajak memahami peran komunikasi internasional di era digital yang kini tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi antarnegara, tetapi juga alat strategis untuk membangun citra, identitas, dan pengaruh suatu bangsa di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Counsellor & Diplomat Senior sekaligus Kepala Bagian Umum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), Elizabeth Diana Dewi, B.HSc., M.Ir., dalam Kuliah Umum Komunikasi Internasional dan Diplomasi Publik bertajuk Redefining Diplomacy: International Communication in Digital Culture. Kegiatan yang merupakan rangkaian Milad ke-43 Fikom Unisba itu digelar di Auditorium Gedung Dekanat Unisba, Jumat (5/6/2026), dan diikuti mahasiswa peserta Mata Kuliah Komunikasi Internasional dan Diplomasi Publik.

Elizabeth menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara negara membangun pengaruh dan menjalankan diplomasi. Komunikasi internasional, menurutnya, kini tidak hanya berkaitan dengan penyebaran informasi, tetapi juga dengan pembentukan narasi, pengelolaan persepsi publik, serta pemanfaatan teknologi sebagai instrumen kekuatan.

Ia juga menyoroti semakin pentingnya tech diplomacy atau diplomasi teknologi dalam hubungan internasional. Penguasaan platform digital, tata kelola data, kecerdasan buatan (AI), hingga regulasi teknologi menjadi bagian dari persaingan global. Negara saat ini tidak hanya bersaing melalui kekuatan militer dan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuan mengelola teknologi dan informasi.

“Komunikasi global bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi juga tentang apa yang dipercaya, apa yang dilihat, dan siapa yang mengendalikan platformnya. Di balik setiap platform digital terdapat kepentingan, pengaruh, dan kekuatan yang perlu dipahami,” ujarnya.

Elizabeth juga mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu-isu internasional, memperluas jejaring global, serta aktif meningkatkan kapasitas diri melalui diskusi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun citra Indonesia di mata dunia melalui berbagai profesi dan aktivitas di era digital.

Sementara itu, Koordinator Mata Kuliah Komunikasi Internasional dan Diplomasi Publik, Dr. Ani Yuningsih, Dra., M.Si., mengatakan bahwa kuliah umum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari praktisi diplomasi. Selain memperkaya pemahaman akademik, kegiatan ini juga memperkuat wawasan global mahasiswa.

Dr. Ani berharap pengalaman yang dibagikan narasumber dapat membantu mahasiswa memahami praktik diplomasi publik secara nyata.

“Mahasiswa perlu melihat bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam praktik. Melalui kegiatan ini, mereka dapat memperoleh perspektif baru mengenai peran komunikasi internasional dan diplomasi publik dalam membangun reputasi Indonesia di tingkat global,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerja Sama (Alkerma) Fikom Unisba, Prof. Dr. Dedeh Fardiah, Dra., M.Si., menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan komunikasi saat ini. Menurutnya, ruang digital telah mengubah pola komunikasi antarbangsa sekaligus menghadirkan peluang dan tantangan baru bagi generasi muda.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai komunikasi global, meningkatkan sensitivitas terhadap dinamika ekosistem digital, serta membekali mereka dengan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan yang terus berlangsung.

“Mahasiswa komunikasi tidak cukup hanya memahami teori komunikasi internasional. Mereka juga harus mampu membaca perkembangan global, memahami perubahan ekosistem digital, dan siap berkontribusi dalam berbagai isu komunikasi di tingkat internasional,” ujarnya. [ ]

Dok foto: Unisba