BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Peran aktif Unisba dalam forum akademik internasional kembali ditunjukkan melalui kepercayaan yang diberikan kepada Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Warek Bidang Belmawa), Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., sebagai pembicara tamu dalam International Joint Academic Symposium: UiTM Chapter bertema “From Goals to Results: Developing Effective Performance Measures Together”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakulti Pengurusan dan Perniagaan, UiTM Cawangan Perlis Kampus Arau Malaysia, berkolaborasi dengan UiTM Cawangan Sarawak Malaysia dan Universitas Tanjungpura (Untan) Indonesia, pada Sabtu (6/6/2026).
Webinar tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa, khususnya peserta mata kuliah Manajemen dan Penilaian Kinerja, mengenai penyusunan ukuran kinerja yang efektif serta penerapannya dalam meningkatkan kinerja organisasi.
Dalam pemaparannya, Dr. Asnita menegaskan bahwa pengukuran kinerja merupakan instrumen strategis untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi, baik di sektor publik maupun swasta. Melalui pendekatan berbasis riset yang dikembangkan di Indonesia, ia memperkenalkan sejumlah metode pengukuran kinerja yang dapat digunakan untuk mengevaluasi capaian sekaligus mendorong peningkatan efektivitas organisasi.
“Pengukuran kinerja tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis untuk mencapai tujuan organisasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Asnita memaparkan kerangka konseptual pengukuran kinerja, studi kasus yang relevan, teknik pengukuran berbasis multiple input-output, serta berbagai tantangan dan keterbatasan dalam penerapannya. Materi yang disampaikan juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dalam mengamati dinamika organisasi dan mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat meningkatkan kinerjanya.
Menurutnya, sumber daya manusia merupakan salah satu instrumen utama yang menggerakkan organisasi menuju kinerja terbaik. Oleh karena itu, pengukuran kinerja perlu dilakukan secara multidimensi dan melibatkan berbagai variabel agar mampu menghasilkan evaluasi yang lebih komprehensif.
Salah satu metode yang diperkenalkan dalam webinar tersebut adalah Data Envelopment Analysis (DEA), yaitu teknik pengukuran kinerja yang menggunakan pendekatan multiple input dan multiple output. Metode ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang manajemen, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai efisiensi dan efektivitas organisasi.
Selain menjelaskan konsep dan praktik pengukuran kinerja, Dr. Asnita juga memperkenalkan sejumlah perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan dosen dan mahasiswa untuk mempraktikkan pengukuran kinerja secara langsung. Kemudahan akses terhadap teknologi pengukuran kinerja, menurutnya, dapat menjadi peluang bagi kalangan akademisi untuk menghasilkan rekomendasi yang berdampak positif bagi pengembangan organisasi maupun perusahaan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dan mendapat respons antusias dari dosen serta mahasiswa UiTM. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait penerapan studi kasus dan teknik pengukuran kinerja pada tingkat organisasi maupun individu.
Menariknya, pada akhir kegiatan, sejumlah dosen UiTM menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan metode pengukuran kinerja yang dipaparkan dalam berbagai penelitian yang relevan. Ketertarikan tersebut membuka peluang lahirnya proposal penelitian bersama antara Unisba dan UiTM yang berfokus pada pendekatan pengukuran kinerja.
Kolaborasi riset yang direncanakan diharapkan mampu menghasilkan solusi atas berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi kedua negara, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat. Para akademisi dari kedua institusi juga sepakat untuk terus memperkuat kerja sama melalui berbagai program akademik dan penelitian di masa mendatang. [ ]
Dok foto: Unisba












