BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Bandung (Unisba) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, FK Unisba menggelar kegiatan bertajuk Pendampingan Kader Posyandu RW 13 Kelurahan Sekejati dalam Literasi dan Pemilihan Skincare Anti-Aging yang Aman Berbasis Edukasi Kesehatan Masyarakat di Aula RM Saoeng Paberik, Kota Bandung, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dipimpin oleh Dr. Deis Hikmawati, dr., Sp.KK., M.Kes. bersama tim dosen Fakultas Kedokteran Unisba dan bekerja sama dengan Tim Posyandu RW 13 Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya literasi masyarakat mengenai pemilihan dan penggunaan skincare anti-aging yang aman. Maraknya informasi di media sosial yang cenderung bersifat komersial dan tidak selalu didukung bukti ilmiah menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam memilih produk perawatan kulit. Kondisi ini mendorong FK Unisba untuk memperkuat kapasitas kader posyandu sebagai garda terdepan edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.

“Kader posyandu memiliki peran strategis sebagai sumber informasi kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman yang benar agar mampu memberikan edukasi mengenai penggunaan skincare yang aman, sehat, dan sesuai dengan kondisi kulit,” ujar Ketua Tim PKM, Dr. Deis Hikmawati.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai jenis-jenis skincare, faktor yang memengaruhi kesehatan dan penuaan kulit, pencegahan penuaan dini, hingga cara memilih produk kosmetik yang aman berdasarkan kajian medis.
Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, FK Unisba juga menghadirkan materi mengenai pemilihan skincare dari perspektif Islam yang disampaikan oleh Dr. Lilis Rohaeti, S.Pd.I., M.Pd. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih produk yang tidak hanya aman bagi kesehatan, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip syariat.
Sebanyak 49 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas kepala posyandu, Tim Penggerak PKK, serta kader posyandu dari RW 11, 12, 13, dan 14 Kelurahan Sekejati, serta RW 6 hingga RW 9 Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu. Turut hadir Ketua RW 13 yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat lingkungan.
Metode pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait pemilihan skincare yang aman, penggunaan kosmetik yang sesuai dengan kondisi kulit, serta aspek kehalalan produk.
Melalui kegiatan ini, FK Unisba berharap kader posyandu dapat menjadi agen edukasi kesehatan yang mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta mengarahkan warga untuk memanfaatkan layanan kesehatan apabila diperlukan. Ke depan, tim PKM juga akan melakukan monitoring dan pendampingan sebagai bentuk keberlanjutan program sekaligus memperkuat jejaring antara posyandu dan fasilitas layanan kesehatan.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Fakultas Kedokteran Unisba dalam menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif, promotif, dan preventif.
Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, Unisba terus berupaya menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. [ ]
Dok foto: Unisba











