Pendampingan LPPM Unisba Wujudkan Kampus Berdampak, Desa Citaman Raih Berbagai Prestasi

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Komitmen Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk menjadi kampus berdampak yang berlandaskan Spirit Islamic, Maintaining Sustainability, Adaptability, and National and Global Excellence (Iman), semakin terasa kebermanfaatanya di kalangan masyarakat. Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, yang menjadi salah satu mitra desa binaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba sejak tahun 2020, berhasil meraih banyak prestasi di tingkat regional hingga nasional.

Melalui konsep Halal Integrated – Climate Change Action &  Academic Resilience (Hi-Care), LPPM Unisba melakukan berbagai pendampingan program-program inovatif yang digagas oleh kepala Desa  Citaman, Yayan Heryana.

Berkat kemitraan dan sinergitas yang kontinyu, program pemuda arsitek Desa Citaman berhasil menembus ajang bergengsi pemuda pelopor nasional tahun 2025. Pada tahun ini, kelompok pemuda arsitek desa pun sedang menjalani pendampingan perancangan taman bermain anak melalui skema  hibah PKM Dikti.

LPPM Unisba juga melakukan pendampingan program sosial ekonomi unggulan, terutama pengujian laboratorium lingkungan dan uji kandungan gizi ubi madu khas Desa Citaman. Data-data riset ini, menjadi dorongan motivasi Desa Citaman untuk semakin berprestasi.

Setelah sebelumnya, pada tahun 2025, Desa Citaman berhasil meraih juara 1 lomba video KKS Alarm Stunting Tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2026 ini, Desa Citaman berhasil meraih Juara 3 Lomba Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) tingkat Provinsi Jawa Barat. Penghargaan tersebut diterima pada Senin (29/6/2026) di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung.

Kepala Pusat Dinamika Sosial dan Kemasyarakatan LPPM Unisba, Weishaguna, S.T., M.M., mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan tersebut. Menurutnya, prestasi Desa Citaman lahir dari sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai komunitas lokal.

“Kami sangat bangga kepada Desa Citaman. Apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada Kepala Desa sebagai agen perubahan yang sangat inovatif, serta seluruh masyarakat dan komunitas, seperti arsitek desa, PKK dan Koperasi Gasibu, yang mampu bersinergi sehingga menjadikan desa ini semakin kuat,” ujarnya.

Weishaguna menjelaskan, kerja sama LPPM Unisba dengan Desa Citaman diawali melalui penelitian berbasis perencanaan desa untuk memetakan potensi sekaligus permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hasil penelitian tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan berbagai program pendampingan yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Dari berbagai program yang dijalankan, terdapat dua program unggulan yang memberikan dampak signifikan, yaitu Program Arsitek Desa dan Program Pemberdayaan Sosio-Ekonomi Berbasis Pertanian.

Program Arsitek Desa berfokus pada pemberdayaan pemuda melalui pendekatan arsitektur tradisional dan kearifan lokal. Program ini tidak hanya menghasilkan berbagai pembangunan fisik, seperti kawasan Bumi Perkemahan, tetapi juga mendorong lahirnya pemuda-pemuda berprestasi hingga tingkat nasional.

Sementara itu, pada sektor ekonomi, LPPM Unisba mendampingi pengembangan program One Family One Product yang diinisiasi Pemerintah Desa Citaman. Salah satu implementasinya ialah pengolahan ubi madu menjadi produk pangan bernilai tambah yang mendukung upaya pencegahan stunting. Inovasi tersebut menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penilaian Kampung KB.

Meski berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi, Weishaguna menilai masih terdapat ruang untuk penyempurnaan sistem penilaian lomba. Menurutnya, indikator yang digunakan masih cenderung berfokus pada aspek administratif sehingga belum sepenuhnya mampu menggambarkan inovasi dan dinamika pemberdayaan masyarakat yang terjadi di lapangan.

“Ke depan kami berharap penilaian dapat lebih memberikan ruang terhadap inovasi nyata yang berkembang di masyarakat, sehingga desa-desa yang melakukan berbagai terobosan dapat lebih terakomodasi,” katanya.

Kepala Desa Citaman, Yayan Heryana, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan LPPM Unisba. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah menjadi akselerator pembangunan desa melalui pendekatan berbasis riset yang mampu mengoptimalkan potensi lokal.

“Pendampingan LPPM Unisba bukan sekadar kemitraan akademik, tetapi telah menjadi akselerator pembangunan di Desa Citaman. Kehadiran tim Unisba membawa perspektif baru dan pendekatan berbasis riset yang sangat membantu kami dalam memetakan potensi sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan, ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi yang terbangun selama ini telah memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat sehingga mampu menghasilkan inovasi yang berkelanjutan dan melahirkan berbagai prestasi.

“Kami berharap kolaborasi strategis ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak inovasi yang lahir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya di Desa Citaman tetapi juga bagi desa-desa lainnya,” katanya.

Meski berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi, Weishaguna menilai sistem penilaian lomba masih dapat terus disempurnakan. Menurutnya, indikator penilaian sebaiknya lebih memberikan ruang terhadap inovasi dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, tidak semata berorientasi pada aspek administratif.

“Ke depan kami berharap penilaian dapat lebih mengakomodasi inovasi nyata yang berkembang di masyarakat sehingga desa-desa yang melakukan berbagai terobosan memperoleh apresiasi yang lebih proporsional,” ujarnya.

Prestasi ini sekaligus mengantarkan Desa Citaman menjadi wakil Provinsi Jawa Barat pada Lomba Program Kesejateraan Masyarakat di tingkat nasional yang akan diselenggarakan pada 2027.

Untuk mendukung persiapan tersebut, LPPM Unisba berkomitmen melanjutkan pendampingan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai fakultas melalui program-program tematik, khususnya dalam penguatan kualitas keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi penanganan stunting.

Desa Citaman sendiri merupakan satu dari tiga desa mitra unggulan yang dibina oleh Pusat Dinamika Sosial dan Kemasyarakatan LPPM Unisba, bersama Lembur Hibar Wallagri dan Desa Mekarmanik, di antara puluhan desa mitra yang didampingi Unisba di berbagai wilayah Jawa Barat.  [ ]

Dok foto: Unisba