BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Kawasan Gedebage selama ini lekat dengan persoalan klasik: genangan air dan banjir musiman di tengah pesatnya laju pembangunan fisik. Menjawab tantangan tersebut, lima mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Islam Bandung (Unisba) menawarkan solusi segar lewat perancangan kota berbasis alam yang sukses mengantarkan mereka meraih Juara 3 Lomba Poster Nature-based Solutions (NbS) se-Bandung Raya, Sabtu (31/10/2026).
Kompetisi bergengsi ini dihelat di Gedung Graha Wiksa Praniti Bandung oleh Balai Teknik Tata Bangunan Gedung dan Lingkungan (BTTBGL) Kementerian PU bersama Yayasan Tunas Nusa. Ajang ini merupakan bagian krusial dari pemanasan agenda nasional National Urban Forum (NUF) 2026, khususnya dalam perumusan substansi Working Group (WG) 4: Urban Ecology and Environment.

Melalui karya bertajuk “Gedebage Technopolis: A Resilient Sponge City”, tim Unisba membuktikan bahwa pembangunan modern tidak harus mengorbankan daya dukung lingkungan. Konsep ‘kota spons’ (sponge city) yang mereka rancang mengintegrasikan resapan air alami, ruang terbuka hijau multifungsi, dan koridor keanekaragaman hayati ke dalam lanskap urban Gedebage, sehingga air hujan dikelola secara alami alih-alih menjadi bencana genangan.
Tim tangguh ini digawangi oleh Safarnaddin, Refa Auliadini, Hazmi Fadhilah Ahmad, Nazwa Rizqita Ridhania, dan Revaline Aurellia, dengan pendampingan intensif dari dosen pembimbing prodi PWK Unisba yakni Fachmy Pradifta, S.T., M.T.
Persaingan menuju podium juara berlangsung sengit. Di babak final, tim Unisba harus beradu gagasan dalam presentasi kilat berdurasi lima menit melawan finalis dari kampus-kampus teknik terkemuka di Jawa Barat, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Winaya Mukti (Unwim). Dari hasil penjurian ketat, tim Arsitektur ITB menyabet Juara 1 dan 2, disusul PWK Unisba di posisi Juara 3, sementara Juara Harapan 1 dan 2 diraih oleh tim Arsitektur ITB dan PWK Unwim.
Apresiasi karya ini kian berbobot dengan digelarnya talkshow bertema “Mewujudkan Perkotaan Tangguh Iklim Nature-based Solutions (NbS): Pembelajaran Praktik Baik dan Potensi Penerapannya di Kota Bandung”. Di hadapan para perencana kota, praktisi, serta perwakilan pemerintah daerah se-Bandung Raya, mengemuka pesan kuat bahwa gagasan-gagasan solutif seperti konsep kota spons ini tidak boleh berhenti di atas kertas.
Tantangan berikutnya adalah eksekusi nyata di lapangan, salah satunya dengan melirik skema pembiayaan kreatif non-konvensional di luar APBN dan APBD. Lewat kolaborasi lintas sektor antara akademisi, komunitas, dan pemerintah, visi Kota Bandung yang tangguh iklim dan bersahabat dengan alam kini bukan lagi sekadar angan. [ ]
Dok foto: Unisba












