BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG BARAT – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Bandung (LPPM Unisba) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyerahkan 100 bibit pohon kepada perwakilan Tim Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 M/6 Dzulhijjah 1447 H sebagai bagian dari program “Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat Rawan Bencana Alam melalui Program ‘LAPOR’ dengan Aplikasi InaRISK Personal di Desa Pakuhaji Bandung Barat.”
Penyerahan 100 bibit pohon tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Unisba dalam mendukung penguatan mitigasi bencana berbasis lingkungan. Bibit pohon diserahkan oleh Tim PKM Unisba kepada perwakilan Tim Relawan Destana Desa Pakuhaji sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi risiko kerusakan lahan, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Kegiatan PKM ini dibuka secara resmi oleh Camat Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, Bapak Hari Mustika Jachja, S.Sos. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan kebencanaan, perwakilan RT dan RW, serta tim akademisi Unisba berkolaborasi dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi bencana yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif melalui pelestarian lingkungan.
Desa Pakuhaji merupakan wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana alam, terutama tanah longsor dan banjir bandang. Kondisi topografi perbukitan curam, curah hujan tinggi, serta posisi wilayah yang berada di sekitar kawasan rawan geologis menjadikan upaya penghijauan sebagai langkah penting dalam memperkuat daya dukung lingkungan.
Oleh karena itu, penyerahan bibit pohon ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga lahan kritis, memperkuat resapan air, dan menumbuhkan kesadaran warga dalam merawat alam.
PKM ini diketuai oleh Dr. Khambali, S.Pd.I., M.Pd.I., Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba. Tim pelaksana terdiri atas Dr. Luthfi Nurwandi, S.T., M.T., Dosen Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Unisba; Dr. Giantomi Muhammad, S.Pd., M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba; serta dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba, yaitu Shadiatul Milah dan Annisa Mutia Lestari.
Program ini mengusung pendekatan “LAPOR”, yaitu Larangan merusak, Anjuran menanam, Peringatan moral, Optimalisasi ihsan, dan Respons cepat. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan penghijauan tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas ekologis, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual masyarakat dalam menjaga amanah Allah Swt. terhadap alam.
Ketua Tim PKM, Dr. Khambali, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan bagian penting dari edukasi teologis-ekologis. Masyarakat tidak hanya diajak memahami ancaman bencana, tetapi juga diarahkan untuk melakukan tindakan nyata dalam mengurangi risiko bencana sejak dari lingkungan terdekat. Gerakan menanam pohon menjadi wujud sederhana, tetapi berdampak, dalam membangun budaya peduli lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.
Selain penyerahan bibit pohon, kegiatan PKM juga diisi dengan sosialisasi kesiapsiagaan potensi bencana alam oleh Bapak Suyono, S.Pd., Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana atau FK Tagana Kabupaten Bandung Barat; edukasi teologi “LAPOR” oleh Dr. Khambali, S.Pd.I., M.Pd.I.; serta pendampingan penggunaan aplikasi InaRISK Personal oleh Dr. Giantomi Muhammad, S.Pd., M.Pd.
Melalui kegiatan ini, LPPM Unisba berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih tangguh terhadap bencana. Penyerahan 100 bibit pohon kepada Tim Relawan Destana Desa Pakuhaji diharapkan menjadi langkah awal gerakan penghijauan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesadaran warga bahwa mitigasi bencana harus dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan adanya program ini, warga Desa Pakuhaji diharapkan semakin siap, tanggap, dan aktif dalam menjaga lingkungan, memanfaatkan teknologi kebencanaan, serta membangun budaya gotong royong dalam menghadapi potensi bencana alam.[ ]
Dok foto: Unisba












