Pengarahan Pesantren Calon Sarjana dan Tasmi Mahasiswa

Suasana pengarahan Pesantren Calon Sarjana Gelombang 3 di Masjid Al-Asy’ari Unisba.

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPI3M) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar kegiatan Pengarahan Pesantren Calon Sarjana Tahun Akademik 2025/2026 Gelombang 3 pada Kamis, 02 Juli 2026, pukul 09.30 s.d 12.30 WIB, bertempat di Masjid Al-Asy’ari Unisba. Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pelaksanaan tasmi’ mahasiswa sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan pesantren.

Acara pengarahan berlangsung di aula utama masjid dan diikuti oleh ratusan mahasiswa calon peserta Pesantren Calon Sarjana Gelombang 3 yang duduk terpisah antara peserta ikhwan dan akhwat. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pengarahan yang disampaikan langsung oleh narasumber dari LPI3M Unisba mengenai tata tertib, teknis pelaksanaan, hingga persyaratan yang wajib dipenuhi selama mengikuti pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menegaskan kembali bahwa seluruh peserta wajib mengikuti pengarahan sebagai syarat mutlak sebelum mengikuti pelaksanaan pesantren yang disesuaikan dengan jadwal masing-masing mahasiswa di Kampus II Unisba Ciburial. Peserta juga diingatkan untuk mengenakan pakaian rapi sesuai dengan tata tertib pesantren selama mengikuti rangkaian acara.

Panitia juga menyampaikan bahwa pembagian kelompok pesantren dilakukan secara acak dan akan diumumkan melalui laman paippk.unisba.ac.id, dengan setiap kelompok menjalani pesantren selama tiga hari. Peserta tidak diperkenankan untuk pindah kelompok setelah pembagian diumumkan.

Rangkaian setelah kegiatan pengarahan peserta calon sarjana dilanjutkan dengan Tasmi’ Mahasiswa. Tasmi’ merupakan tradisi dalam dunia Islam di mana seorang penghafal Al-Qur’an dengan memperdengarkan hafalan dihadapan penyimak (musami’). Kegiatan ini, menjadi langkah evaluasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas interaksi mahasiswa dengan Al-Qur’an.

Keterpaduan antara ilmu umum dan ilmu keagamaan tampak nyata dari latar belakang para pendamping yang terlibat. Kondisi ini selaras dengan slogan Unisba yang ingin melahirkan sosok “Mujahid” (pejuang), “Mujtahid” (pemikir sekaligus peneliti), dan “Mujaddid” (pembaharu). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memandang Al-Qur’an bukan sekadar sebagai catatan sejarah, melainkan sebagai landasan gagasan untuk menjawab berbagai persoalan zaman sekarang.

LPI3M Unisba memandang bahwa penguatan hafalan dan bacaan Al-Qur’an akan turut membentuk integritas moral para mahasiswa. Kelak, ketika terjun dalam dunia kerja, lulusan Unisba tidak hanya dituntut cakap di bidang keilmuannya masing-masing, tetapi juga diharapkan memiliki pondasi iman yang kokoh sehingga mampu menjauhi tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai etika dan ajaran agama Islam. [ ]

Dok foto: Unisba