BERITAUNGGULAN.COM – – Forum Zakat (FOZ) melibatkan akademisi dan praktisi zakat dari berbagai daerah di Indonesia dalam penyusunan Zakat Outlook 2026, termasuk dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPN “Veteran” Jawa Timur, M. Jaenudin.
Zakat Outlook 2026 merupakan kajian strategis yang memetakan perkembangan, peluang, tantangan, serta proyeksi pengelolaan zakat nasional. Kajian ini disusun untuk menghadirkan rekomendasi berbasis data guna memperkuat tata kelola zakat yang lebih adaptif terhadap dinamika sosial dan perubahan perilaku masyarakat.
Ket: Perlibatan expert, praktisi, muzakki, mustahik, dalam Zakat Outlook Forum Zakat Tahun 2026
Dalam proses penyusunannya, tim peneliti menggunakan pendekatan mixed methods dengan memadukan data sekunder dan data primer. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan amil zakat, pakar, muzakki, dan mustahik dari 52 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di 18 provinsi di Indonesia.
Hasil kajian tersebut kemudian dipublikasikan melalui kegiatan Diseminasi Zakat Outlook 2026 bertajuk “Meneropong Peluang & Tantangan Pengelolaan Zakat Menuju Ramadan yang Berdampak” yang diselenggarakan secara daring oleh Forum Zakat pada Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan diseminasi menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan regulator, praktisi, dan peneliti, di antaranya Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag. selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Wildhan Dewayana, S.T., M.Si. selaku Ketua Umum Forum Zakat, Citra Widuri, S.T., M.A. selaku Associate Expert Forum Zakat sekaligus Ketua Tim Peneliti Zakat Outlook 2026, serta Dr. Agung Sri Hendarso, M.Eng. dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Dalam paparannya, Citra Widuri menyoroti sejumlah tantangan pengelolaan zakat ke depan, mulai dari perubahan perilaku donatur, pentingnya pemanfaatan data dalam strategi fundraising, hingga perlunya penguatan kolaborasi antar lembaga agar dampak pengelolaan zakat dapat lebih optimal.
Sementara itu, M. Jaenudin menekankan bahwa pengelolaan zakat saat ini memerlukan pendekatan yang semakin berbasis data agar kebijakan dan strategi penghimpunan maupun penyaluran zakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Zakat tidak hanya dipandang sebagai instrumen ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang penting dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif dan berbasis data agar pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat menjadi penting untuk membaca perubahan perilaku donatur, menentukan strategi penghimpunan yang relevan, serta memastikan program pendistribusian dan pemberdayaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan akdamesi dalam dalam penyusunan Zakat Outlook 2026 juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui kontribusi keilmuan pada sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Informasi dan publikasi Zakat Outlook 2026 selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi Forum Zakat.
Kajian Zakat Outlook 2026 juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam isu pengurangan kemiskinan, ketimpangan sosial, dan penguatan kolaborasi antar lembaga. Di sisi lain, isu-isu yang dibahas dalam kajian ini juga beririsan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, khususnya pada aspek pemberdayaan masyarakat dan penguatan tata kelola sosial-ekonomi. [M. Jaenudin]
Keterangan foto: Perlibatan expert, praktisi, muzakki, mustahik, dalam Zakat Outlook Forum Zakat Tahun 2026











