BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Paguyuban RARRASOEWI kembali mempererat tali silaturahmi keluarga besar dalam acara RARRASOEWI NGAHIJI NGARUMAT KARUHUN yang digelar di Hotel Savoy Homan Bandung pada 16 Mei 2026.
Di bawah kepemimpinan R. Dani Djoekardi dari klan Djoekardi, R. Tomi Hadi Klan Djoewarnas, R. Achmad Ardianto Klan Djoemhawan, R. Andi Djunardi Klan Djoewarsa, dan R. Andri Bermawi Klan Djoekardi, pertemuan kali ini tidak hanya menjadi ajang halalbihal. Tujuan utamanya adalah menjaga warisan karuhun dan amanat para pendiri untuk tetap menjaga kekompakan, guyub, dan rukun sauyunan.
Misi Sosial Sejak Pagi Hari
Kemeriahan dimulai sejak pagi dengan misi sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Rombongan yang dipimpin Ketua Panitia R. Agus Djoehanah mengunjungi Panti Werdha Budi Pertiwi di Jalan Sancang Burangrang.

Tempat ini punya sejarah khusus bagi keluarga besar RARRASOEWI, karena salah satu pendirinya adalah R. Emping Tedjaningrat, istri dari R. Djoewarsa yang merupakan anak R. Rangga Soemawiredja.
Di panti, suasana langsung hidup dengan hiburan angklung yang dimainkan bersama para penghuni. 20 orang nenek-nenek di panti tampak antusias mengikuti alunan musik. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa goodie bag berisi sembako, uang tunai, dan perlengkapan mandi.

Rombongan selanjutnya melanjutkan kunjungan ke tiga tempat ibadah di sekitar Bandung: Masjid An Nur, Masjid Darul Fallah, dan Mushola Amal Sholeh untuk berbagi bantuan. Kunjungan ini diikuti para sesepuh generasi ke-3 dan ke-4, termasuk Teh Ully Sigar Rusady – Djoewarna, serta perwakilan masing-masing klan RARRASOEWI.

Puncak Acara Penuh Nostalgia dan Lagu Baru
Malam harinya, acara puncak berlangsung di Grand Ballroom Hotel Savoy Homan dimulai pukul 18.30 WIB. Acara yang yang dihadiri sekitar 250 anggota keluarga besar dari berbagai generasi ini, dibuka dengan doa dan mengenang para leluhur yang telah mendahului, serta dilanjutkan dengan Kaulinan Lembur yang membangkitkan nostalgia masa lalu.
Salah satu momen menarik dan menegangkan adalah ketika lelang foto para leluhur RARRASOEWI yang disambut antusias para peserta yang hadir. Malam itu juga menjadi panggung peluncuran lagu resmi keluarga besar, RARRASOEWI LANGGÉNG DJAYA.

Lagu yang dinyanyikan oleh Paramitha Rusady–Djoewarna dan Rika Oko-Djoewarna, dengan lirik karya Vinny Soemantri-Djoewarna dan aransemen musik oleh Syaeful Husni-Djoewarna disambut meriah para hadirin dengan ikut menyanyikan bersama-sama.
Setelah makan malam, acara dilanjutkan dengan hiburan musik dan game serta adanya doorprize serta Grandprize turut memeriahkan suasana hingga acara selesai.
“Alhamdulillah suksesnya acara yang diadakan dari pagi hari hingga malam hari bisa terlaksana atas persiapan dan kekompakan dari Panitia HBH RARRASOEWI NGAHIJI NGARUMAT KARUHUN serta didukung seluruh Pengurus Paguyuban RARRASOEWI,” ujar salah satu panitia.
Tentang RARRASOEWI
RARRASOEWI sendiri merupakan paguyuban keluarga besar keturunan Raden Rangga Soemawiredja yang kini sudah mencapai generasi ke-8. Raden Rangga pernah menjabat sebagai Wedana Leles Garut di awal tahun 1900-an.
Paguyuban ini didirikan oleh Raden Djoehawan Wiriaatmadja pada tahun 1939 untuk menjalankan amanat sang ayah dalam menjaga kekompakan keluarga besar.
Dok foto: Panitia HBH RARRASOEWI












